Friday, August 9, 2019

Kita Indonesia, Kita Pancasila

"Semangat Gotong Royong , Kebhinekaan, Persatuan dan kesatuan Menuju Indonesia Maju"


Halo semuanya, Salam Pancasila! 
Perkenalkan saya kontributor baru disini, nama saya Richardus Bagus Purwasista. Pada hari ini saya berkesempatan untuk dapat hadir di sebuah Forum Aksi Pendekar Pancasila yang diadakan oleh Kemkominfo di Ballroom II Hotel UNY. Forum aksi ini bagi saya sangatlah diperlukan dalam masa sekarang ini karena saya rasa, kebhinekaan di Indonesia pada jaman sekarang semakin luntur. 



Tanpa berlama-lama lagi, disini akan saya ceritakan apa saja ilmu yang saya dapatkan. Namun isinya tidak lengkap alias hanya sebagian, karena saya datang terlambat hehe 😅..

(disaat sesi sedang berlangsung)

Saat saya datang, sedang berlangsung sesi pemaparan materi oleh Prof. Henri Subiakto tentang "Membumikan Pancasila di Era Digital". Saat saya datang, beliau menjelaskan tentang pentingnya kebhinekaan dan lunturnya hal itu sekarang. Di jaman sekarang, segregasi makin marak terjadi di seluruh dunia. Pemisahan atau segregasi adalah hal yang tidak sehat yang sebaiknya kita hindari untuk benar-benar menciptakan kebhinekaan di negeri ini. 

Bagaimana caranya? Mudah sekali sebetulnya. Di Indonesia ada berbagai elemen perekat kebhinekaan yang sebetulnya sudah sering dan banyak disinggung, antara lain adalah Pancasila, UUD 1945, dan banyak hal lainnya. Oh iya, bahasa juga merupakan elemen perekat yang sangat berguna untuk merekatkan bangsa sebesar ini. Bahasa indonesia, benar-benar merupakan bahasa persatuan kita, yang merekaykan menyatukan dari Sabang hingga Merauke. Tapi di jaman sekarang ini tidak hanya dengan hal-hal diatas, internet juga merupakan elemen yang menyatukan kita. Dengan adanya Palapa Ring di jaman sekarang, seluruh rakyat Indonesia dapat terhubung dengan sangat mudah.

Dengan banyak kemudahan, tentu pula ada banyak tantangan kebhinekaan, terutama bagi milenial sekarang ini. Internet dan smartphone yang semakin marak dianggap sebagai "oxygen", dimana bila kita tidak menyentuh smartphone atau tidak berselancar di media sosial, diri kita sudah sangat risih dan ingin memegang smartphone secepatnya. Medsos di setiap smartphone bila tidak difilter dengan baik adalah jalan mudah bagi ideologi buruk yang akan masuk dan menyerang kita. Tantangan selanjutnya adalah intoleransi dan radikalisme yang di jaman sekarang sangat meresahkan kita. Hal tersebut dapat dialami oleh setiap orang, tidak memandang status dan faktor lain. 

Bagaimana cara menangkal semua keburukan yang ada dari media sosial itu? Mudah. Salah satu caranya adalah dengan literasi. Literasi atau budaya membaca diperlukan untuk menangkal atau setidaknya mereduksi keburukan atas pengaruh negatif dari perkembangan jaman sekarang. 

Break jumatan.


(infografis pengamalan Pancasila oleh kak Mira)

Lalu, sesi dialog interaktif dilanjutkan bersama narasumber berikutnya yaitu Kak Mira Sahid. Kak Mira Sahid, yang merupakan seorang blogger, influencer, juga seorang founder dari Kumpulan Emak Blogger, mengatakan bahwa konten yang baik dapat dimunculkan dengan kreativitas. Kak Mira Sahid memebritahu 7K untuk membangun rekam jejak medsos yang baik. Dengan membangun rekam jejak digital yang baik, hal tersebut dapat pula sebagai branding diri kita sendiri. Apa saja yang ingin kita tampilkan kepada khalayak luas dan bagaimana cara yang baik untuk menyebarkan hal itu.


(Kak Cigull sedang memaparkan materi)

Di sesi dialog interaktif yang terakhir, narasumbernya adalah Cindy Gulla. Sebetulnya, salah satu alasan yang paling mendorong saya untuk mendatangi forum aksi pada hari ini adalah keinginan untuk bertemu langsung dengan Kak Cindy Gulla 😆. Mengapa.? Karena saya juga fans JKT48 yang bahagia bertemu dengan Cigull hehe.
Cigull disini memaparkan betapa pentingnya gotong royong di masa sekarang, dan bagaimana gotong royong dapat dilakukan pula secara online. Bagaimana caranya.? Caranya mudah, antara lain dengan mengisi dan berpartisipasi dalam sebuah petisi online, lalu dengan kita penggalangan dana online (seperti di kitabisa.com), dan banyak cara lainnya. Dengan membuat sebuah konten positif pun kita dapat menjadi sebuah agent of change untuk membawa angin perubahan yang segar dalam bermedia sosial.


(bonus foto bareng Cigull 😆)

Mungkin sekian yang dapat saya tuangkan disini. Tulisan ini cukup saya tutup dengan quotes dari Kak Cindy Gulla :
"Tidak ada namanya keberuntungan, keberuntungan adalah buah dari kerja keras."

Sekian semuanya, terimakasih.

#pendekarpancasila #jagaindonesia
@djikp @infokompmk @kemkominfo


EmoticonEmoticon